Penipuan Ribuan Umrah Peziarah, SBL PT Bosses Hanya Dituntut 1 Tahun

Putusan kasus penipuan ribuan peziarah PT Solusi Balad Lumampah (SBL) akan diadakan pada Kamis (18/10/2018), setelah ditunda pekan lalu. Bos SBL Aom Juang Wibowo dan stafnya Ery Ramdani ternyata hanya dijatuhi 1 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.

Hal ini diungkapkan oleh pengacara Aom, Ade Muhammad Burhan ketika berbicara dengan AFP pada Senin (15/11/2018) melalui telepon. Ade mengungkapkan isi tuntutan jaksa penuntut dalam persidangan yang telah digelar dua minggu lalu di Pengadilan Negeri Bandung (PN).

“Ya, itu benar. Selama persidangan (tuntutan) dua minggu lalu, ini berarti ini benar, klaimnya satu tahun,” kata Ade.

Tuntutan jaksa tentu jauh dari tuduhan. Selama pemeriksaan pendakwaan, Aom dan Ery diancam dengan maksimal 20 tahun penjara dengan dua dakwaan. Dakwaan pertama, keduanya dituntut berdasarkan Pasal 378 KUHP dalam hubungannya dengan Pasal 55 ayat 1 sampai 1 KUHP dalam hubungannya dengan Pasal 64 ayat (1) KUHP. Dalam artikel ini, hukuman maksimal adalah 4 tahun penjara.

Sementara dakwaan kedua, Aom dan Ery dituduh melakukan pencucian uang (TPPU) sesuai dengan Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 tentang pencucian uang (TPPU). Ancaman hukuman dalam artikel ini adalah maksimal 20 tahun.

Ade mengungkapkan pada sidang bahwa jaksa juga menyatakan bahwa kliennya terbukti memiliki dua artikel.

“Adapun dakwaan yang terbukti dalam Pasal 378 seperti dakwaan pertama. Dia (jaksa) juga menyatakan bahwa TPPU terbukti. Padahal sejak awal kami mencoba membuktikan di pengadilan bahwa Pak Aom dan Ery membeli aset dari usaha lain. Tapi itu tidak terbukti., “Katanya.

Ade tidak bisa memastikan alasan jaksa menuntut Aom dan Ery dengan hukuman satu tahun. Namun, lanjutnya, dalam fakta persidangan, ada sejumlah hal yang meringankan yang mungkin dipertimbangkan oleh jaksa untuk mengajukan tuntutan.

Ade menjelaskan bahwa pihaknya telah bertemu dengan wartawan utama kasus tersebut. Aom telah bertemu dan meminta reporter untuk mencabut laporan dan permintaannya. Bahkan Aom mengembalikan uang itu kepada reporter.

“Kami berubah dari IDR 80 juta menjadi Rp 180 juta,” katanya.

Selain itu, Aom dan Ery juga berkomitmen untuk bertanggung jawab atas mereka yang gagal pergi. Melalui hubungan bisnis dan keluarga, Aom dan Ery mencoba untuk mengirim jemaat bahkan, Ade mengatakan, ada orang-orang yang berhasil pergi meskipun Aom dipenjara.

“Selama Aom ditahan, dia masih mengirim jemaat sesuai dengan kemampuannya. Meskipun aset disita, ada bantuan dari teman-teman investor, keluarga, simpatisan, sukarelawan dengan berbagai cara. Orang-orang ingin pergi ke Mekah ke rumah Tuhan, mengapa harus “Ini adalah bentuk itikad baik,” katanya.

Karena itu, kata Ade, adalah mungkin bagi jaksa untuk menuntut Aom dan Ery selama 12 bulan. “Mungkin dengan pertimbangan itu, jaksa menuntut satu tahun,” katanya.

Ade menambahkan bahwa hal lain yang meringankan adalah bahwa Aom setuju untuk mengirim calon peziarah yang sekarang tinggal 2.501. Keberangkatan mereka akan dibiayai dari penjualan aset yang dimiliki oleh Aom.

Namun, Aom dan Ery masih belum lega meskipun mereka memiliki permintaan satu tahun yang berarti dalam beberapa bulan, Aom dan Ery akan bebas setelah masa penahanan dipotong. Pihaknya khawatir bahwa keputusan hakim malah akan menyita semua aset yang dimiliki oleh Aom dan Ery yang akan digunakan untuk 2.501 calon peziarah.

Meskipun ia tidak disebutkan dalam persidangan penuntutan, Ade menjelaskan bahwa ada instrumen penyitaan aset dalam Pasal TPPU yang dinyatakan oleh jaksa untuk dibuktikan.

“Ada alat di TPPU (Artikel), dapat dihukum dengan cara apa pun tetapi jika terbukti terbukti, aset ini bisa disita untuk negara. Ini yang membuat saya khawatir. Saya berjuang di sini untuk menyelamatkan Pak Aom, semuanya dibalikkan ke memudahkan jemaat, tiba-tiba negara mengambilnya. Siapa yang tidak khawatir? Saya tidak menyalahkan, karena kepastian hukum seperti itu, “katanya.

“Memang, klaim itu dikembalikan kepada SBL untuk mengkompensasi kerugian jemaat. Tetapi sekali lagi, siapa yang memegang palu? Ini yang saya khawatirkan. Semoga kekhawatiran saya, saya yakin hakim memutuskan yang terbaik,” tambah Ade.

Bingung mencari biro travel umroh?

Karena takut tertipu dan uangnya di bawa kabur?

Jangan khawatir, Kini anda bisa dengan tenang untuk memilih biro travel umroh terpercata.

Yaitu Madinah Indah Wisata , Umroh Murah di Jakarta ini telah berpengalaman memberangkatkan banyak jamaah Indonesia ke Tanah Suci.

Travel Umroh Murah Di Jakarta ini telah mengantongi izin dan sertifikat resmi dari KEMENAG sebagai Biro Travel Umroh yang legal di Indonesia

Hanya dengan Dp 3 jt rupiah anda sudah bisa berangkat umroh dengan aman dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.