Masalah Milenial yang Harus Diselesaikan Pemerintah Baru

Anak generasi milenial adalah generasi penerus bangsa di masa depan, namun masih banyak masalah yang dihadapi generasi milenial terutama dalam ruang lingkup sosial media. Inilah beberapa masalah yang masih marak dihadapi generasi milenial dan harus diselesaikan pemerintah baru.

Bullying

Beberapa waktu lalu dunia internet dihebohkan dengan berita Audrey, pelajar SMP yang menjadi korban bullying serta kekerasan oleh beberapa  pelajar SMA di kota Pontianak. Audrey adalah satu dari sekian banyak korban bullying yang masih marak di Indonesia.

Aksi bullying akan berdampak besar pada tumbuh kembang anak, terutama psikologi anak. Korban biasanya akan mendapat trauma yang mendalam dalam jangka waktu yang sangat lama. Penanganan kasus ini masih sangat “lembek” dengan dalih pelaku adalah anak dibawah umur, tak jarang pula masalah ini hanya diselesaikan dengan cara damai.

Bullying tidak hanya terjadi dilingkungan sekitar tapi juga di dunia maya. Dengan tertutupnya identitas di dunia maya prilaku bullying menjadi sangat bebas dan luput dari perhatian orangtua. Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret maka tidak menutup kemungkinan aka nada Audrey-audrey lain yang akan menjadi korban.

Cyber Crime

Kejahatan siber juga harus menjadi perhatian penting pemerintah, mudahnya akses gadget pada anak remaja dapat menjadi kunci mereka untuk mulai mekakukan tindakan kriminal. Pada kebanyakan kasus tindak kriminal siber yang dilakukan remaja terjadi akibat ketidaktahuan mereka bahwa apa yang dilakukan melanggar hukum.

Kurangnya peranserta orangtua dan pemahaman tentang kriminalitas siber membuat hal ini mulai banyak dilakukan, mulai dari judi online sampai pembobolan rekening. Peyuluhan dan pengawasan tindak kriminal siber perlu dilakukan pemerintah guna menyelesaikan masalah ini.

Ketimpangan Akses Informasi

Tidak meratanya akses internet dibeberapa wilayah Indonesia menyebabkan ketimpangan informasi yang berpengarung dengan ketimpangan pendidikan. Masyarakat urban perkotaan sangat mudah memperoleh informasi melalui smartphone, sedangkan di wilayah terpencil buku pun sulit didapatkan.

Ketimpangan informasi juga dapat mengakibatkan ketimpangan ekonomi, dimana masyarakat perkotaan akan lebih mudah bersaing dalam dunia kerja disbanding anak yang kesulitan mendapat akses informasi. Semoga pemimpin yang baru dapat menyelesaikan masalah ini agar kesejahteraan masyarakat bisa merata.

Di Indonesia sendiri sudah ada provider yang bisa menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia yaitu, SMARTFREN. Dengan layanan #Super4Gkuota internet super cepat dan harga yang terjangkau. Hanya 60 ribu rupiah untuk 30 GB. Jadi tunggu apa lagi ayo, #KuotakanSuaramu dan nikmati internetan murah dan cepat dari SMARTFREN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *