Kini Ulat Hongkong bisa jadi Kuliner Korea

Menurut Hadi, ulat Hongkong sebetulnya merupakan larva berasal dari serangga yang bernama Latin Tenebrio molitor. Serangga ini merupakan hama pada product biji-bijian atau serealia. Di Indonesia, ulat Hongkong dimanfaatkan sebagai pakan burung dan pakan ikan.

Dengan meningkatknya bisnis ikan hias dan bisnis burung, akhir-akhir ini keperluan pada ulat Hongkong juga meningkat. “Kalau pasar jangan khawatir, tetap terbuka lebar,” beber Hadi.

Masalah harga, tetap kata Hadi, sebetulnya ada naik turunnya. Dan waktu ini, harga ulat Hongkong berkisaran Rp 16.000, – per kilo. Harga segitu Hadi mengaku tetap untung. Apalagi harga raih Rp 30. 000,- per kilo. Untungnya memadai besar. Bisa belasan jutaan per bulan. “Kalau digeluti untungnya lumayan, koq. Nggak bakal rugi,” terangnya. jual ulat hongkong

Lantas, bagaimana langkah ternak ulat Hongkong ini? Hadi menjelaskan, pada dasarnya ada empat perihal dasar yang perlu disediakan. Mulai pembuatan kandang, fasilitas pemeliharaan, bibit, dan pakan. Kandang ulat Hongkong dapat dibuat memanfaatkan triplek yang ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kotak berasal dari triplek ini kemudian dibuatkan rak kayu yang disusun bertingkat didalamnya dengan jarak antar rak berkisar 10 cm.

Selain itu,pada bagian bibir rak perlu dilakban sehingga ulat tidak keluar. Kandang juga dapat berupa kontainer plastik yang dapat langsung membeli di toko

Setelah kandang tersedia, menjadi sediakan fasilitas pemeliharaan. Media yang digunakan campuran dedak halus atau Polard dengan ampas jelas kering. Media ini kemudian di masukkan ke dalam rak atau kontainer yang digunakan sebagai kandang dengan ketebalan lebih kurang ¼ bagian berasal dari total ketinggian wadah.

Sedangkan bibit ulat hongkong sendiri dapat dibeli di peternak lain maupun di toko pakan hewan. “Kalau dapat di kaki meja atau rak di kasih minyak gas, untuk menghindari serangan hewan predator,” jadi Hadi.

Teknik budidaya seterusnya yang perlu diperhatikan adalah pakan ulat Hongkong. Ulat ini adalah larva yang dapat memakan apa saja. Mulai berasal dari pakan ayam, ampas tahu, batang pohon pisang, batang talas, pepaya, labu siam, dan sawi. Pastikan untuk mengganti pakan secara berkala sehingga tidak membusuk dan jadi sarang penyakit bagi ulat hongkong. “Itu saja caranya. Gampang to? “ujar Hadi yang dengan jelas mengimbuhkan  ilmunya perihal budidaya ulat hongkong. (rul)
Serangga jadi dilirik masyarakat dunia sebagai alternatif pangan kaya nutrisi. Korea Selatan juga turut mengembangkan potensi serangga melalui product makanan berbahan mealworm.

Mealworm atau ulat Hong Kong merupakan larva berasal dari kumbang dengan wujud menyerupai belatung. Mulai bulan ini, ulat tinggi protein dan omega-3 selanjutnya bakal ada dalam product makanan yang dikembangkan oleh National Academy of Agricultural Science dengan Worldway Co selaku produsen makanan Korea.

“Kami udah melakukan uji rasa publik untuk pizza, pasta, bubur, dan jus yang dibuat atau ditambahkan mealworm bulan lalu. Kami terkejut dikarenakan tanggapannya memadai baik. Banyak orang menyukainya,” tutur Yun Eun-Young, peneliti di akademi punya negara, seperti dilansir berasal dari The Wall Street Journal (16/09/2014).

Saat dipasarkan secara komersil, mealworm bakal dihaluskan dan dijual dalam wujud bubuk. Sebab orang tidak idamkan menyaksikan wujud asli serangga sambil menyantapnya. Bubuk ini dapat diolah jadi bahan utama roti, biskuit, atau mie.

Kandungan protein mealworm nyaris serupa dengan daging sapi atau ayam, dan juga dua kali lipat daging babi. Mealworm juga jadi sumber alami mineral dan lemak tak bosan yang dianggap baik untuk kesehatan.

Menurut Yun Eun-Young, serangga dapat mengambil alih daging sapi, ayam, atau babi sebagai sumber protein pada tahun 2050. Sebab waktu itu diprediksi permohonan memproses daging dua kali lipat lebih banyak sehingga dapat memenuhi keperluan pangan manusia.

Kementerian Pangan dan Keamanan Obat Korea Selatan sendiri pada bulan Juli selanjutnya udah menyetujui mealworm sebagai bahan baku aman untuk makanan. Ini berarti mealworm dapat dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari jikalau diproses dengan benar.

Izin selanjutnya jadi bagian berasal dari usaha pemerintah makin besar industri serangga dalam negeri sampai raih 300 miliar won (Rp 34,8 miliar) pada akhir 2015. Termasuk dengan membudidayakan serangga sebagai pengendali hama, penyerbukan dan bahan makanan.

Masyarakat Korea Selatan sebetulnya tak asing dengan hidangan yang jarang dikonsumsi seperti sup anjing, bbq daging kuda, pupa ulat sutra kukus, dan belalang goreng. Meski begitu, mealworm sampai kini tetap dijadikan pakan hewan di Korea.

Leave a Reply

Your email address will not be published.