Inilah Cara Tepat Membatasi Asupan Kolesterol

Kolesterol tinggi ialah kondisi yang diderita jutaan orang di semua dunia. Mereka inilah yang paling dipusingkan dengan diet setiap hari. Mereka dituntut menjaga dan memilih jenis makanan yang tidak berpotensi menambah kandungan kolesterol dalam darah.

Dulu, banyak pedoman diet internasional menganjurkan untuk menekan asupan setiap hari diet kolesterol maksimal 300 miligram (miligram) saja. Namun sejak tahun 2015, saran tersebut tidak lagi dipakai. Bukti-bukti riset menunjukkan bahwa kandungan kolesterol tinggi tidak diakibatkan oleh asupan makanan yang mengandung kolesterol berlebihan.

Sebab mengapa batas kandungan kolesterol dalam diet dihapuskan ialah persentase kolesterol dalam darah yang didapatkan dari makanan rupanya amat kecil. Sebagian besar riset menunjukkan bahwa kolesterol yang kita makan tidak dengan cara signifikan memengaruhi kandungan kolesterol dalam darah.

Diet kolesterol diutamakan hanya pada seseorang yang telah mempunyai kolesterol tinggi. Dengan menurunkan asupan makanan yang kaya kolesterol, maka terdapat kemungkinan kandungan kolesterol dalam darah berkurang, walaupun hanya 10 sampai 20 persen. Diet rendah kolesterol pun tidak lagi diutamakan lantaran bisa menyebabkan kenaikan pembentukan kolesterol di hati sehingga barangkali tidak efektif dalam menjaga kandungan kolesterol darah.

Intinya, tanpa mesti mati-matian menjaga masukan diet kita, tubuh mempunyai mekanisme untuk menyeimbangkan kandungan kolesterol supaya tetap wajar. Bila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak kolesterol, otomatis hati akan memproduksi kolesterol lebih sedikit, dan kebalikannya. Kandungan kolesterol tubuh kita 80% dibuat di hati, dan hanya 20% yang dipengaruhi oleh diet kita.

Walaupun begitu, tidak berarti kita boleh makan makanan tinggi kolesterol sebanyak-banyaknya tanpa aturan. Mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol diperbolehkan malahan direkomendasikan, hanya jumlahnya dibatasi. Hal ini lantaran tubuh kita membutuhkan kolesterol untuk memproduksi hormon, vit D, asam empedu, yang membantu pencernaan.

Penting untuk diingat bahwa pada makanan tinggi kolesterol, seperti daging yang mengandung lemak dan susu, yang kita jauhi bukan kolesterolnya tetapi kandungan lemak jenuhnya. Pedoman Food and Drug Administration menganjurkan bahwa konsumsi lemak jenuh mesti kurang dari 10 persen dari keperluan kalori setiap hari.

Mengonsumsi lemak jenuh bisa menambah kandungan LDL. LDL ialah kolesterol jahat yang bisa menimbulkan penyusunan plak yang menutup arteri, menambah resiko serangan jantung dan stroke.

Untuk menjaga kandungan kolesterol darah tetap biasa, kita bisa memilih jenis lemak yang baik seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan. Lemak jenis ini amat baik membantu menurunkan kandungan koelsterol LDL.

Jenis lemak yang mesti dihindari ialah lemak trans ataupun asam lemak trans yang ditemui pada banyak makanan buatan. Lemak trans tidak hanya menambah kandungan kolesterol LDL, namun pun menurunkan taraf kolesterol “baik” HDL. HDL membantu membawa kolesterol LDL ke hati, untuk dihancurkan. Jadi, makan lemak tidak selamanya kurang baik asalkan lemak yang sehat.