Bolehkah Pasien Diabetes Mengonsumsi Cokelat?

Seorang penderita diabetes (diabetesi) mempunyai kandungan gula darah yang tinggi. Oleh sebab itu, diet rendah gula wajib dilakukan oleh seorang penderita diabetes. Tetapi, di pasaran banyak produk cokelat untuk diabetes yang bebas gula. Ataupun anda sendiri ialah seorang penggemar berat cokelat? Bolehkah cokelat dimakan untuk penderita diabetes?

Boleh, tetapi tidak seluruh jenis cokelat. Sekarang ini banyak produk cokelat di pasaran yang bebas gula, salah satunya cokelat hitam ataupun disebut dark chocolate. Cokelat hitam berbeda dengan cokelat susu (milk chocolate) ataupun cokelat putih. Cokelat hitam mempunyai kandungan flavonoid lebih banyak dibandingkan cokelat susu, sebaliknya cokelat putih sama sekali tidak mempunyai flavonoid di dalamnya.

Dikutip dari Live Strong, cokelat hitam bisa menaikkan sensitivitas insulin pada peserta studi yang sehat. Perbaikan sensitivitas insulin bisa membantu menghindari gula darah melonjak naik. Tetapi, cokelat hitam yang bisa dimakan tersebut belum mengalami proses penguraian flavonoid yang bisa menaikkan masukan kalori dan menimbulkan peningkatan berat badan.

Mereka meyakini bahwa cokelat hitam bisa menghindari timbulnya diabetes. Karena cokelat hitam, mempunyai flavonoid antioksidan yang tidak menaikkan kandungan glukosa dalam darah, tidak seperti cokelat ataupun cemilan manis yang lain.

Para periset pun menguak bahwa cokelat hitam bisa membantu menurunkan hipertensi ataupun tekanan darah tinggi pada 67 persen orang berumur di Amerika Serikat. Kandungan flavonoid dalam cokelat hitam berguna baik dalam penangkalan dan pengelolaan hipertensi dan pelebaran pembuluh darah jika dimakan dalam jumlah yang wajar.

Dilansir dari web kesehatan webmd, langkah-langkah di bawah ini dapat menolong anda memilih cokelat yang bebas gula.

Meski ciri ‘bebas gula’ telah dicantumkan pada kemasan, cek lagi komposisi cokelat tersebut. Untuk cokelat bebas gula buat pengidap diabetes, umumnya pengganti gula ialah maltitol (alkohol gula). Nyaris seluruh perusahaan yang memproduksi cokelat bebas gula dengan bahan ini.

Tidak hanya maltitol, terdapat bahan pengganti gula lain seperti sorbitol, xylitol, mannitol, dan isomalt. Bahan-bahan tersebut membantu pengidap diabetes sebab sebagian bahan tersebut dapat diserap pula di cerna. Sebagian bahan akan diserap oleh saluran pencernaan dengan cara pelan-pelan, sehingga sedikit peran insulin untuk mengolah gula darah.

Tidak hanya itu, terdapat dampak samping yang biasa dialami pada pemakaian bahan-bahan pengganti gula pada cokelat tersebut, seperti keluarkan gas ataupun malahan diare. Menurut American Dietetic Association, lebih dari 50 gr sorbitol ataupun 20 gr manitol per hari bisa menimbulkan diare.

Tetapi, perlu dicermati bahwa anda mesti terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter tentang cokelat bebas gula yang akan dimakan.

Tetap batasi porsi cokelat yang anda makan, biar tidak memperparah kondisi diabetes anda. Cokelat untuk diabetes yang bebas gula bukan berarti bebas lemak jenuh ataupun bebas kalori. Jadi, tetap atur porsi cokelat bebas gula yang anda makan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *